Batik Khas Kebumen (Glebagan Klasik)
Motif Glebagan Klasik
Batik khas Kebumen
Batik, kata itu mengingatkan masa kecil saya dan almarhumah ibu saya. Saya tidak ingat saat itu usia berapa, yang jelas belum sekolah. Saat melihat Almarhumah ibu sedang membatik maka naluri anak kecil saya ikut untuk "bermain" batik. Mungkin bagi anak kecil seperti saya yang terpikir saat itu adalah semua bisa untuk mainan. Sedangkan bagi ibu saat itu yang ada adalah anaknya sedang mengganggu pekerjaannya. Biasanya yang dilakukan ibu saya saat itu adalah memangku saya, kemudian tangan kiri saya diletakkan di bawah kain batik yang sedang dikerjakannya. Dengan penuh kesabaran, diisilah canting dengan malam (bahan untuk membatik terbuat dari rumah tawon) yang sudah meleleh. Mulailaih tangan ibu saya membatik sementara tangan kiri saya sebagai alas. Begitu terasa panas maka saat itulah saya merasa puas dan segera buru-buru minta pergi.
Alamarhum ibu saya memang biasa membatik kain jarit (bahasa kebumenan, kalau bahasa jogjanya kain jarik?) baik milik sendiri maupun permintaan tetangga. Waktu itu ibu sayalah satu-satunya di desa yang bisa membatik (desa Kewangunan kec. Petanahan Kabupaten Kebumen). Ibu saya belajar mbatik saat mengikuti tugas bapak di Sidomoro. Motifnya bermacam macam misalnya sida mukti, tapi biasanya tinggal niru yang sudah ada dengan cara diblak pakai kertas minyak. Karena prosesnya disambi maka selesainya kadang 2 minggu kadang bisa sebulan. Setelah itu proses mbabar biasanya dilakukan di Kebumen dan bisa memakan waktu 1 mingguan.
Beralih ke motif batik khas Kebumen, saya coba nanya ke mbah google tapi belum menemukan. Hanya sedikit informasi yaitu motif jagatan, pring-pringan, glebagan, kupatkupatan dan lainnya. Sementara penjelasan atas motif batik khas Kebumen belum saya temukan.
Salah satu motif batik khas Kebumen adalah motif glebagan klasik. Batik tulis ini saya peroleh dari teman saya di Kebumen. Kenapa dinamai glebagan klasik, saya nggak tahu. Kalau arti glebagan dalam bahasa kebumenan berasal dari kata glebag (guling) yaitu merubah posisi dari tengkurep menjadi mlumah dan sebaliknya secara berulang-ulang (ngguling-ngguling atau bergulung-gulung). Kira-kira kalau orang susah tidur miring nggak enak, ganti tengkurap terus ganti lagi dst. Tapi ini tafsiran asal-asalan dari saya, monggo kalau ada ahli bisa disampaikan di sini. Waktu itu saya memang hanya nanya nama motif batiknya saja tanpa menanyakan apa arti kata glebagan klasik.
Hayo sapa sing ngaku wong Kebumen tapine ora ngerti ana batik asli Kebumen? Mulane siki tuku ndisit, engko dijait terus difoto. Jaaan cakep benerr...... bener bener cakep(bumen) he he he
Read More......
Hayo sapa sing ngaku wong Kebumen tapine ora ngerti ana batik asli Kebumen? Mulane siki tuku ndisit, engko dijait terus difoto. Jaaan cakep benerr...... bener bener cakep(bumen) he he he

